Mari berkelana

Mari berkelana sejenak. menjemput memori masa kanak-kanak. saat azan magrib bergema, suara panggilan ayah dan umi pun hadir menyuruh segera berwudhu.

mari berkenala sejenak. abaikan dulu ego yang mengedapankan cita-cita pribadi. kita hadir masa belas tahun dulu. saat pematang sawah jadi saksi kaki-kaki kecil yang berlari. tak pernah terpikir tentang sesuatu yang rumit dan membuat kepala pusing dan saraf-saraf tegang.

rapat shaf dan ketika itulah kami berbaris diam menyimak bacaan sang imam. sang imam itu, lelaki yang mendidik kami jadi orang yang berpikir luas. mengajarkan kami arti kehidupan yang penuh tipuan. barangkali kita tidak pernah mengenang masa kanak-kanak kita. atas dasar apa entahlah. sekedar terpikir, mungkin. tapi untuk menjemput dan mentransfer adegan-adegan penuh makna mungkin sangat jarang.

inilah saatnya, kawan. duduklah dengan tenang, sandarkan punggungmu, tulislah di buku, di komputer, di laptop, dan di sanubari yang paling murni engkau punyai. engkau lihatlah ke dalam hatimu, ke palung terdalam di jiwa sunyimu. masa-masa sulit seorang ayah mencari nafkah demi masa depan. demi pendidikan yang selalu beliau usahakan.

sekarang, kawan. ketika tunas telah jadi pohon yang kokoh. berbuah. tapi daunnya satu persatu gugur. alangkah buruknya, pesona yang beliau tanamkan tak menjadi indah lagi. naungan tempat mcari kesejukan hilang berganti kecewa.

kawan mungkin merasa bisa hidup sendiri, tapi lihatlah orang tua yang menanti. minta ditemani dalam sisa usia yang menanti syurga. bersama kita berdoa, kawan. moga menjadi anak yang shalih dan mewujudkan mimpi ke syurga bersama.

(untuk saudara-saudara, mari kita pererat silaturrahim dan tingkatkan birrul walidain kita)

 

Karenanya…

Karenanya, begitu gamang kujalani hari-hari berikut. Dalam dunia yang fana, aku tak sekedar harus berdiri.Berjalan sebuah tuntutan, dan itulah buktinya bahwa aku memang sang pejalan. Namun karenanya, air mata begitu sulit kubendung. Harga sebuah kepedulian akan kukenang sampai mati. Inilah saat dimana hati, pikiran, dan jasad harus dibagi kebutuhannya. Tapi mungkinkah aku menatap hidup setelah ini?Selayaknya aku menemukan titik tolak hidup. Seharusnya aku sadar aku harus bisa menerima keputusannya. aku tidak bisa lagi tersenyum, senyumku dirampas tangis. Terlintas untuk memilih mati.Terlintas untuk memilih kematian. Tapi diriku begitu takut dipanggang api neraka.

Karenanya, mimpiku berubah jadi tragedi. Subuh yang menakutkan dibangunkan hari. Magrib yang mengerikan digelapinya bumi. Sungguh, bukankah dia telah pergi? mengapa hati berkehendak lagi? mengapa rayuan harap menggebu-gebu hadirnya.Menuntaskan hari-hari sedihku di malam ini. angka 4 membuatku terkantuk dalam tangisan. lingkar mata menjadi hitam, di depannya terpampang soal test 5 biji. keluar aku lebih awal, adik-adik itu menatapku takjub. cepat sekali kakak ini keluar, ucap mereka dalam hati.

kuberikan lembar uang baru beredar itu, saling menolak diriku dengan seorang teman. ah teman, 2 jam yang lalu aku menangis di depanmu dan di depan sepiring nasi yang kita makan berdua. kumasuk paksa ke dalam tasnya lalu aku berlari dan melompat ke atas bis. airmataku mengalir lagi!

Menggiatkan kembali BLOG

sudah saatnya kita, orang muda menggiatkan kembali kegiatan blogging. ada sebuah pepatah yang indah yang sering menjadi penyemangat saya, bahwa Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya. sekarang anak muda tidak banyak yang hobi blogging. mereka lebih suka facebooking.fitur notes memang ada di Facebook, tapi tahukah kawan, berapa banyak anak muda yang memanfaatkan fitur tersebut? tidak banyak!

maka, kawan…

ayo kembali Blogging! biar banyak ide kita yang diketahui teman-teman kita. agar abadi pikiran kita, dalam sebuah karya.

 

BERJALAN AKU

BERJALAN AKU

Gerimis turun sore itu

Suaranya yang gemerisik, berbisik

Menyapu telingaku, basah

Melenyapkan keheningan bersama senja diam

Tahukah engkau apa katanya?

Aku sendiri tidak tahu

Tapi biar kuceritakan kontemplasi jiwaku saat itu

Berulang kali aku katakan

Tentulah pekak sendiri telingamu mendengarnya

Mungkin inilah awal yang ingin aku maknai

Demikian berat debitnya sehingga bumi kesulitan menahan

Meresap dia ke sela-sela hitam

Apakah bertemu artesis di sana?

Biarkan dia bosan sampai akhirnya meluap jua

Maka bila engkau saksikan tingginya sudah mencapai betis

Atau bahkan setinggi atap-atap rumahmu

Terbenam bangunan yang engkau usahakan tegaknya

Langkahmu menjadi tak berpayung

Tidurmu berselimut dingin yang menggigil

Para bocah riang sendiri tak mengerti

Yang mereka tahu, kehidupan begitu berwarna

Bermain air, aduh kotornya!

Ini hanya kiriman, katamu

Berjalan aku keluar gerbang kampus

Menatap sejenak mobil-mobil yang melaju

Dari balik kacanya sampah-sampah dibuang di pinggiran

Terbayang olehku susahnya para penyapu tiap hari berkutat membersihkannya

Tapi katamu lagi, memang itu  pekerjaannya

Berjalan aku di sepanjang kali yang terbentang di depan kampus

Ini airnya akan naik sampai 2 meter jika hujan tiba

Artinya, siap-siaplah bila jejak kakimu terendam

Sampai tiga hari lamanya tapak kaki dan betismu ditemani

Basah bila berjalan

Bisakah engkau bayangkan?

Kejam seperti apa Tuhan katamu?

Bukankah tembok-tembok dan jalan-jalan tak bertanah itu telah jadi saksi

Tak mungkin air merembes ke dalamnya

Bukankah sudah dikatakan oleh guru di sekolah?

Buanglah sampah pada tempatnya!”

Baik bu guru, baik pak guru

Tapi kamu lakukan juga

Hasilnya menjadi air mata bukan?

Sampah itu menyumbat saluran

Menyeruak bau kotoran di mana-mana

Barangkali bila saat banjir tiba engkau menyadari

Ini hukuman bagi makhluk yang tak peduli

Bagaimana bila satu juta rupiah denda bagi mereka itu?

Tapi negara kita adalah negara paling toleran di dunia

Sehingga bila ada yang berzina setidaknya mereka kawin saja

Dirajam itu menyiksa, tentu saja!

Tapi bukankah mayoritas kita Islam, katanya

Bagaimana hukumnya dalam agama bagi mereka ini?

Mencuri saja, Rasul kita mengancam akan memotong tangan putrinya

Maka lagi-lagi, negara kita ini sangat toleran

Berjalan aku di senja basah

Menatap cakrawala

Ada lengkung berwarna tiga macam tersenyum, amboi manisnya!

Apakah bila ada yang berkata,

Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak

Langit itu berbohong padaku?

Ah, ini su’uzhan namanya

Aku telah melihat sampai ke tepi laut itu

Bila sore itu tak hujan tentulah berpasang-pasang manusia menyuruk terang-terangan

Sampai pada suatu hari aku menjadi benci

Hukum (benar-benar) tak tegak, doyong berderak-derak

Bila engkau saksikan, hari ini aku benar-benar tertekan oleh ulahmu itu

Ribuan tahun, zamrud itu berkilauan

Jauh sebelumnya tak pernah terjamah dan terolah

Sepertinya Tuhan begitu sayangnya pada kita

Mengapa kita membenciNya karena kemiskinan

Umat ini benar-benar sudah papa

Hamba meminta, Ya Allah

Jauhkan kami dari kefakiran

Biarkan kami tetap nikmat memandang lengkung pelangimu

Sambil berzikir mensyukuri

Sejenak langkahku terhenti

Di lampu merah itu, para bocah menyanyi

12/19/2008 4:28:56

Inspirited by: Mr. Taufiq Ismail

Italic  sentences mean Mr. Taufiq Ismail poem in Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia

Catatan Perjalanan

Aida kenapa berubah jadi seperti ini? jadi orang yang tidak saya kenal dan saya tidak ingin aida seperti sekarang. pesimis dan tidak pernah lagi menulis. aida yang suka mengeluh dan tidak bersemangat, mengapa harus mengalah dengan keadaan dan tidak seriang yang dulu. aida yang bersemangat untuk menulis meski pun pahit hidup harus dirasakan. sastra berasal dari kesedihan yang ingin menjadi gembira.

banyak lagi pesan dan nasehat penggugah semangat yang diberikan seorang insan yang tiba-tiba saja muncul lagi dalam kehidupan saya. dia memberikan sentakan dahsyat pada alam kesadaran saya tentang makan hidup. aida yang terpuruk. pagi itu dia memperkenalkan arti hidup pada saya.

terimakasih kawan, terimakasih saudara. saya coba tatap lagi langit-langit kamar dan melukiskan pandangan saya di sana. pandangan harapan.

salam sejahtera untuk akar yang merambat mencari kehidupan.

Aida sang pejalan

wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir

benar sekali bahwa kita manusia hanya punya rencana. namun hanya allah yang menentukan. betapa pun kita berusaha sekuat tenaga tapi tetaplah Dia yang berkuasa memutuskan. setiap hari kita menjaga. setiap hari kita memintakan kepadaNya tentang sesuatu yang sangat kita inginkan. bahkan berlinang pula airmata kita begitu saja tanpa diminta. tapi, Allah punya kehendak lain. dan kehendakNyalah yang terbaik.

allah…meski harus mati karena nya, karena luka yang semakin menganga…biarkan aku mati karenaMu saja. meski masih terpendam sakit, ya allah berilah kekuatan.

Lelaki yang berteman dengan malaikat maut

sabtu kemarin, pukul 12 malam, saya yang sedang asyik mengajarkan desain buletin dengan corel draw kepada teman-teman MCD FSLDK dan RMC FKI Rabbani mendapat berita dari kampung bahwasanya nenek saya sudah mendahului kami. terdiam, sehingga teman-teman memutuskan untuk berhenti dan tidur.

ah, maut, sedetik saja tidak bisa dimundurkan atau dimajukan.

maka pulanglah kami bertiga pagi besoknya. di bus barulah saya ceritakan kepada adik saya bahwa ayah juga akan pulang dari jakarta. rindu benar kiranya jiwa kami berdekatan dengan beliau. mendengarkan taujih dari beliau. bijak, jernih, bening, mulia, optimis, dan berilmu.

kalaulah bisa dikatakan, orang hidup yang paling saya idolakan adalah ayah saya. beliau belajar dari pengalaman, pengalaman mengajarkan beliau.

maka ketika jenasah sudah dikapani, orang-orang masih mengatakan tidak usah dulu ditutup bagian muka. mereka menunggu ayah, orang tertua kini di keluarga. mereka menunggu ayah untuk menyalatkan jenasah.

sedih, bangga berbaur jadi bahagia ketika mengetahui bahwasanya banyak orang-orang yang menghormati beliau. bagiku beliau adalah cahaya bgi kampung kami. ucapan beliau ada aliran air yang begitu sejuk bagi kami. meski tak banyak obrolan yang hadir bila sudah bercerita via telepon, tapi setiap kata beliau ada mutiara-mutiara yang berkilauan.

maka kepada kawan, saya ceritakan cerita beliau ketika jenasah telah siap di antar untuk dikuburkan.

Dahulu kala ada seorang laki-laki yang berteman dengan malaikat maut. mereka begitu dekat dan akrab. suatu hari pamitlah sang malaikat kepada sang lelaki sambil berkata, “sahabatku, saya akan pergi jauh dan belum tahu akan kembali kapan.”

sang lelaki berkata dengan sedihnya, “baiklah, tolonglah beri saya tanda bila engkau akan kembali dan datang ke sini!”

malaikat maut… lama meninggalkan sang lelaki. sang lelaki pun demikian. lama di tinggalkan sahabat dekatnya itu. mereka pernah sangat dekat dan entah dunia yang membuat sang lelaki melupakan malaikat maut temannya itu, tidak teringat dan tidak lagi merindukan hadirnya teman dekatnya.

hari-hari berlalu dan sang lelaki telah menjadi sibuk dengan kehidupan dunianya. tibalah hari di mana sahabat dekat sang lelaki tersebut datang. malaikat maut itu datang dengan tiba-tiba tanpa dirasakan tanda-tandanya oleh sang lelaki.

kaget! bgitu terkejutnya sang lelaki dengan kedatangan teman lamanya yang mendadak itu. di tengah kepanikannya dia berkata, “Wahai temanku, mengapa engkau tidak memberi tahu lebih dahulu bahwa engkau akan datang ke sini.”

dengan wajah marah sang teman menjawab, “sudah terlalu sering saya katakan bahwa saya akan datang. di mana ada orang yang meninggal saya katakan padamu bahwa saya akan datang. tapi engkau bagitu bebal. engkau tidak mendengar perkataanku.”

maka datanglah saat dimana sang lelaki menyambut kematiannya dengan kepanikan yang luar biasa.

itulah yang diceritakan ayah kepada segenap hadirin yang ikut berduka kala itu. cerita ini sangt berharga bagi saya. maka kepada kawan, saya bagi agar menjadi pelajaran dan peringatan bagi kita.

25 mei 2009

Singgah…

aku benar-benar tidak mengerti mengapa jadi begini. ketika harus mencoba bersemangat aku merasa itu bukanlah dari diriku. tapi dari kepura-puraan yang kucoba sering timbulkan. aku terpaksa dan dipaksa keadaan. segala macam tuntutan membuatku merasa cukup muak. tapi pantaskah aku muak bila itu ada sebagian dari pembelajaran dalam kehidupan…

yang kuinginkan sekarang adalah…

ya allah..berikanlah aku kekuatan untuk memikul apa yang harus kupikul

berikanlah aku kesempatan untuk merasakan nikmat menjadi orang yang kuat.

tiap kali membaca ayat-ayatMu, hanyalah desiran aneh di dadaku sebab begitu rindu pada ketenangan menjadi orang Mukmin.

engkaulah yang menolong Hamba-hambaMu, ya Allah..

meski pun asing…tapi aku ingin asingku ini adalah asingnya seorang ghuraba’

hidup di lingkungan yang penuh dengan orang-orang yang menyukai kehidupan dunia, tpi tak ikut bersama mereka sebab dia mempunyai tujuan yang mulia…

ghuraba’ yang mereka bangun ketika orng sekelilingny tertidur…

(langgam, Kinali, 6 Agustus 2009)

Mencari

aku mencarimu

di kepingan rupiah

di lamunan panjang

di jutaan pohon

di bebatuan

aku mencarimu

tapi kamu di langit

tersenyum luruh padaku

dan mengajakku pergi bersamamu

barangkali engkau hendak mengantarkan daku

melihat pelangimu dari dekat

sedekat bulu mataku

1 juli 2009

<kalaulah begini yang allah kehendaki, kita menerimanya!>

Senangkanlah Hatimu

Dipetik dari buku Tasawuf Moden oleh HAMKA

Kalau engkau KAYA

Senangkanlah hatimu

Karena di hadapanmu terbentang kesempatan utk mengerjakan segala yg sulit-sulit.

Segala perbuatanmu dihargai orang, engkau beroleh pujian di mana-mana.

Engkau menjadi mulia, tegakmu teguh.

Di hadapan engkau terhampar permaidani kepujian,

sebab itu engkau beroleh kebebasan dan kemerdekaan

Jika engkau FAKIR MISKIN

Senangkan pulalah hatimu!

Kerana engkau telah terlepas dari suatu penyakit jiwa,

penyakit kesombongan yg selalu menimpa org kaya.

Senangkanlah hatimu krn tak ada org yg akan hasad dan dengki kpd engkau lagi,

lantaran kemiskinanmu.

Kefakiran dan kemiskinan adalah nikmat,

yg tidak ada jalan bagi org lain buat kecil hati,

dan tidak ada pintu bagi kebencian.

Kalau engkau DERMAWAN

Senangkanlah hatimu!

Kerana dgn kedermawanan engkau dpt mengisi tangan yg kosong,

telah dapat menutup tubuh yang bertelanjang,

engkau tegakkan org yg telah hampir roboh.

Dengan sebab itu engkau telah menuruti perintah hatimu

dan engkau beroleh bahagia

Berpuluh bahkan beratus makhluk Tuhan

akan menghantarkan pujian kepada Tuhan lantaran pertolonganmu

Kesenangan hatimu yg tadinya

Cuma satu, skrg akan berlipat ganda,

sebab telah byk org lain yg telah mengecap nikmatnya.

Kalau sekiranya engkau TAK KUASA JADI DERMAWAN

Itupun senangkanlah hatimu!

Sebab engkau tidak akan bertemu dengan suatu penyakit

yg selalu menular kpd masyarakat manusia,

iaitu tiada membalas guna,penghilang jasa.

Mereka ambil kebaikan budi dan kemedermawananmu itu jadi senjata

untuk menjatuhkan tuduhan-tuduhan yg rendah.

Saat yg demikian mesti dtg kpd setiap dermawan,

yg menyebabkan hati kerapkali patah dan badan kerapkali lemah,

sehingga hilang kepercayaan kpd segenap manusia,

disangka manusia tidak pembalas guna

Padahal langkah belum sampai lagi kepada puncak kebahagian

dan beroleh ampunan dari Tuhan

Kalau engkau masih MUDA REMAJA,

Senangkanlah hatimu!

Kerana pohon pengharapanmu masih subur,

dahan-dahannya masih rendang dan rimbun.

Tujuan kenang-kenangan masih jauh.

Sebab umurmu masih muda,

mudahlah bagimu menjadikan mimpi menjadi kenyataan yg sebenarnya.

Kalau engkau telah TUA,

Senangkan pulalah hatimu!

Kerana engkau telah terlepas dari medan pertempuran dan perjuangan yg sengit,

dan engkau telah beroleh beberapa ilmu yg berguna di dalam sekolah hidup.

Engkau telah tahu firasat,

mengerti gerak geri manusia dan tahu kemana tujuan jalan yg ditempuhnya

Oleh sebab itu, segala pekerjaaan yg engkau kerjakan itu

kalau engkau suka lebih byk akan membawa faedah

dan lebih byk terisngkir drpd bahaya.

Satu detik drpd umurmu di masa tua,

lebih mahal harganya drpd bertahun-tahun di zaman muda,

sebab semuanya telah engkau lalui

dgn pandangan yg terang dan pengalaman yg pahit.

Kalau engkau dari TURUNAN YG MULIA-MULIA,

Tenangkanlah hatimu!

Kerana dirimu tergambar dan terpeta di dlm hati tiap2 sahabat itu.

Kalau engkau memang di dlm kalangan sahabat yg byk itu,

lazat rasanya kemenangan,

dan kalau kalah tidak begitu terasa.

Lantaran banyaknya org yg menghargai dan memperhatikan engkau,

engkau dapatlah insaf,

tandanya harga dirimu mahal dan timbanganmu berat.

Yang penting ialah engkau dapat keluar dari penyakit mementingkan diri seorang,

memandangkan hanya engkau yg benar,

lalu masuk ke dalam daerah yg baru, i

aitu mengakui bahawa ada lagi org lain yg pintar,

yg berfikir dan kuasa menimbang.

Jika MUSUHMU BANYAK,

Senangkanlah pula hatimu!

Kerana musuh-musuh itu ialah anak tangga untuk mencapai kedudukan yang tinggi.

Banyak musuh menjadi bukti atas sulitnya pekerjaan yg engkau kerjakan.

Tiap-tiap bertambah maki celanya kepada engkau,

atau hasad dengkinya,

atau mulutnya yg kotor dan perangainya yg keji,

bertambahlah teguhnya pendirianmu bahwa engkau bukan barang murah,

tetapi barang mahal,

dari celaannya yang benar-benar mengenai kesalahanmu,

engkau dapat beroleh pelajaran.

Mula-mula maksudnya hendak meracunimu dgn serangan-serangannya yg kejam dan keji,

maka oleh engkau sendiri,

engkau saring racun itu dan engkau ambil untuk pengubat dirimu mana yg berfaedah,

engkau buangkan mana yg salah.

Ingatlah:

Pernahkah seekor burung helang yg terbang membubung tinggi

memperdulikan halangan burung layang-layang yg menghalanginya?

Kalau BADANMU SIHAT,

Senangkanlah hatimu!

Tandanya telah ternyata pd dirimu kekayaan Tuhan dan kemulian nikmat-Nya,

lantaran badan yg sihat,

mudahlah engkau mendaki bukit kesusahan dan menempuh padang kesulitan.

Kalau engkau SAKIT,

Senangkan pulalah hatimu!

Kerana sudah ternyata bahawa dirimu adalah medan tempat perjuangan

di antara dua alam yg dijadikan Tuhan,

iaitu kesihatan dan kesakitan.

Kemenangan akan terjadi kepada salah satu yg kuat,

kesembuhan mesti dtg sesudah perjuangan itu,

baik kesembuhan dunia,

atau pun kesembuhan yg sejati.

Kalau engkau menjadi ORANG LUAR BIASA,

Senangkanlah hatimu!

Kerana pada tubuhmu terdapat cahaya yg terang benderang

tandanya Tuhan selalu melihat engkau dengan tenang

sehingga menimbulkan kesuburan dalam fikiranmu,

dilihat-Nya otakmu sehingga cerdas,

dilihat-Nya matamu sehingga jadi azimat,

dilihat-Nya suaramu sehingga jadi sihir.

Bagi orang lain,

perkataan dan tiap2 suku kalimat yg keluar dari mulutnya

hanya menjadi tanda bahwa dia hidup sahaja.

Tetapi bagi dirimu sendiri menjadi cahaya yg berapi dan bersemangat,

boleh meninggikan, boleh memuliakan dan boleh menghinakan,

sehingga bolehlah engkau berkuasa berkata kepada alam:

“Adalah”,

sehingga dia pun “Ada”.

Kalau engkau DILUPAKAN ORANG,KURANG DIKENAL,

Senangkanlah hatimu!

Kerana lidah tidak banyak yg mencelamu,

mulut tidak banyak mencacatmu,

tak ada org lain yg dengki kepadamu,

tak ada org yg berniat jatuhkanmu,

mata tak banyak memandangmu.

Itu dihadapanmu ada puncak bukit kemulian

org yg masyhur itu berdiri di atas masyarakat,

dan engkaupun salah seorang dari anggota masyarakat itu.

Rumah batu yg indah,

berdiri di atas kumpulan tanah dan pasir yg kecil2.

Dengan demikikan itu engkau akan merasai kesenangan hati

yg kerapkali tak didapat oleh yg bibirnya

tak pernah merasai air hidup dan rohnya tak pernah mandi di dlm ombak ilham.

Kalau SAHABATMU SETIA KEPADAMU,

Tenangkanlah hatimu!

Kerana pertukaran siang dan malam telah menganugerahi engkau kekayaan yg paling kekal.

Kalau KAWANMU KHIANAT,

Senangkan juga hatimu!

Sebab kalau kawan-kawan yg khianat itu mungkir

dan meninggalkan engkau, tandanya dia telah memberikan jalan yg lapang buat engkau.

Kalau TANAH AIRMU DIJAJAH atau DIRIMU DIPERHAMBA,

Senangkanlah hatimu!

Sebab penjajahan dan perhambaan membuka jalan bagi bangsa yg terjajah

atau diri yg diperhamba kpd perjuangan melepaskan diri dari belenggu.

Itulah perjuangan yg menentukan hidup atau mati, dan itulah yg meninggalkan nilai.

Ketahuilah bahawa tidaklah didapat suatu bangsa yg terus menerus dijajah**.

Jika engkau dari BANGSA MERDEKA,

Senangkanlah hatimu!

Sebab engkau duduk sama rendah dan tegak sama tinggi dgn bangsa2 yg lain,

ada bagimu kesempatan mencari kekuatan baru.

Kemerdekaan itu mesti diisi dgn bahan2 yg baik,

dan bagimu terbuka kesempatan yg seluas-luasnya untuk itu.

Kalau engkau HIDUP DALAM KALANGAN ORG YG KENAL KAN DIRI DAN CITA² ENGKAU,

Senangkanlahhatimu!

Kerana disana engkau dapat mengusahakan tenaga muda setiap hari,

dan kekuatan pun bertambah,

roh serta semangat menjadi baru.

Engkau bertambah subur dan tegak menaungi lautan dan daratan.

Kalau engkau HIDUP DI KALANGAN MASYARAKAT YG MASIH RENDAH,

yg tidak mengerti bagaimana menghargai cita-cita orang,

sehingga engkau merasa ‘sial-dangkal’,

maka senangkan juga hatimu!

Kerana dgn sebab itu engkau beroleh kesempatan jadi burung,

lebih tinggi terbangmu daripada org-org yg patah sayap itu.

Engkau boleh melayang ke suatu langit khayal,

untuk mengubatai fikiranmu yg gelisah,

untuk melepaskan dahaga jiwamu.

Kalau engkau DICINTAI ORG DAN MENCINTAI,

Senangkanlah hatimu!

Tandanya hidupmu telah berharga,

tandanya engkau telah masuk daftar org yg terpilih.

Tuhan telah memperlihatkan belas kasihan-Nya kepadamu

lantaran pergaduhan hati sesama makhluk.

Dua jiwa di seberang masyrik dan maghrib

telah terkongkong dibawa satu perasaan di dalam lindungan Tuhan.

Di sanalah waktunya engkau mengetahui rahsia perjalanan matahari di dalam falak,

ketika fajarnya dan terbenamnya,

tandanya Tuhan telah membisikkan ke telingamu nyanyian alam ini.

Lantaran yg demikian dua jiwa berenang di langit khayal,

di waktu orang lain terbenam.

Keduanya berdiam di dalam kesukaan dan ketenteraman,

bersenda gurau di waktu bersungguh-sungguh.

Jika engkau MENCINTA TETAPI CINTAMU TAK BERBALAS,

Senangkan jugalah hatimu!

Kerana sesungguhnya org yg mengusir akan jatuh kasihan

& ingin kembali kpd org yg diusirnya itu setelah dia jauh dari matanya,

dia akan cinta,

cinta yg lebih tinggi darjatnya drpd cinta lantaran hawa.

Terpencil jauh membawa keuntungan insaf,

kebencian meruncingkan cita-cita dan membersihkan perbuatan.

Sehingga lantaran itu hati kan bersih,

laksana bejana kaca yg penuh berisi air khulud,

air kekal yg dianugerahkan Tuhan.

Dengan sebab itu,

engkau akan beroleh juga kelak tempat merupakan cinta itu,

kalau tidak ada pada insan.

Bersedialah menerima menyuburkan cinta,

walaupun bagaimana besarnya tanggunganmu,

kerana cinta memberi dan menerima,

cinta itu gelisah, tetapi membawa tenteram.

Cinta mesti lalu di hadapanmu,

sayang engkau tak tahu bila lalunya.

Hendaklah engkau jadi org besar, yg sanggup memikul cinta yg besar.

Kalau tak begitu, engkau akan beroleh cinta yang rendah dan murah,

engkau menjadi pencium bumi,

engkau akan jatuh ke bawah,

tak jadi naik ke dalam benteng yg kuat dan teguh,

benteng yg gagah perkasa yg sukar tertempat oleh manusia biasa.

Kerana tugu cita-cita hidup itu

berdiri di seberang kekuasaan dan kemelaratan

yg diletakkan oleh kerinduan kita sendiri.

Merasa tenteramlah selalu,

senangkanlah hatimu atas semua keadaanmu,

kerana pintu bahagia dan ketenteraman itu

amat banyak tak terbilang

kesulitan perjalanan hidup kian minit,

kian baru. Merasa senanglah selalu!

Merasa tenteramlah!