Buku ketika masih terkembang

Ketika buku-buku masih terkembang
Kubayangkan kau terus membaca cakrawala
Sampai musim menemukan permata pengetahuan
Sampai manusia menemukan mutiara kehidupan
Aku pun tahu inilah sebuah bahasa ketekunan
Yang mesti terus terpelihara dalam jiwa
Di tengah gemuruh ombak peradaban
Agar kita tak terseret ke masa silam
Di Barat dan di Timur
Dan kini kulihat jalan semakin lebar
Menunggu jejak langkahmu
Mengalun simponi waktu
“Hidup tercatat karena terus belajar”
Begitulah kita mendengar
Sejarah pernah berujar
(unknown)

[sumber: mading kamar delapan tahun lalu]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s