Di Bawah Deraian HujaN

Bismillahirrahmanirrahim..alhamdulillah ya Allah telah Engkau karuniakan kembali nikmat hidup di atas bumi. dengan kaki yang terus berusaha berpijak ke tanah, dengan jiwa yang terus mencoba semangat. Allahuakbar…

di bawah deraian hujan. …

seperti itulah shalat Id kami kali ini…dan mata menjadi segar setelah agak terkantuk-kantuk bangun di tengah kedinginan yang luar biasa. sampai kaki ini terasa kaku.

tapi itulah nikmatnya idul Adha kali ini.

di bawah deraian hujan…

kami mendengarkan ceramah ustadz yang sudah melewati masa separuh bayanya itu. topiknya tidak jauh dari ceramah idul fitri beberapa tahun yang lalu, meskipun aku yakin bukan ustadz itu yang memberikannya. beribadah untuk menghindari musibah.

masya Allah ustadz….

sejak dulu kami tidak pernah diajarkan untuk beribadah dengan tujuan menghindarkan diri dari musibah-musibah.

tapi mengapa hari ini setelah 4 tahun yang lalu, tusnami menyapu aceh, gempa berkepanjangan, banjir, dan badai menerpa zamrud katulistiwa. kita diajak untuk menghindarinya dengan memperbanyak zikir, ibadah, dll-nya kepada Allah.

apakah tidak salah ya, ustadz.

sebab bentuk kecintaan dan kesyukuran kita kepada ALLAH lah yang membuat kita harus ber-ubudiah kepadaNya. bila kita terhindar dari musibah karena penduduk negeri ini beriman, itu hanyalah sebagian dari karunia Allah yang ditunjukkan di dunia bagi mereka yang bersungguh-sungguh kepadaNya.

sebab kami pernah mendapatkan taujih bahwa musibah itu terjadi dengan maksud untuk 3 hal:

1. Kita sedang diuji oleh Allah. bukankah belum dikatakan seseorang beriman bila Allah belum menurunkan ujian kepadanya sehingga jelas dari hamba-hambaNya mana yang istiqamah dan teguh serta sabar terhadap ujian itu.

2. Kita sedang ditegur oleh ALLAH. fitrah manusia cenderung pada keindahan, dan keindahan adalah salah satu ciri-ciri dari pintu maksiat dan dosa. dan manusia tak pernah luput dari salah dan dosa. hanya Rasulullah lah yang ma’shum (terjaga dari dosa). Maka orang yang mempunyai bashirah yang dalam selalu tahu kapan ALLAH menegurnya karena dosa yang tidak disengaja atau disengajanya.

3. Kita sedang dimurkai oleh ALLAH. Itulah kaum Nabi Nuh yang membangkang kepada ALLAH dan utusanNya. Na’udzubillah semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan para pendusta.

Maka di bawah deraian hujan…Hati jadi termangu menatap diri.

Ya ALLAH telah engkau pertukarkan siang dan malam. hujan dan kemarau. panas dan dingin. Namun begitu seringnya hati ini buta. semoga engkau masukkan aku ke dalam golongan manusia yang berakal. dan tinggikanlah derajat serta berikanlah kemuliaan bagiku dan bagi para penuntut ilmu lainnya. AMIN…

Maka di bawah deraian hujan pagi kemarin, penuh takzim kami pun bersalam-salaman…

(kayu aro in memory, 8 Desember 2008/10 Zulhijjah 1429 H)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s