Sebab aku

Tadi malam sehabis melayout buku tahunan fki rabbani, tiba-tiba saja saya menyadari sesuatu yang hilang sejak 2 minggu kemarin. yup….. sudah lama tidak menulis puisi.
Ini puisi yang saya hasilkan…sekedar berbagi dengan yang lain.

Sebab aku mata
Maka aku pun menangis di luka berdarahmu
Sebab aku telinga
Maka aku pun memekap di jerit pilumu
Sebab aku tangan
Maka aku hulur dari terdalamnya jiwa
Jarak yang membentang dari keseluruhan warna
Membadai dari manisnya nuansa
Bersusah dari juangnya hidup
Sebab akulah engkau
Engkaulah aku
Engkau dan aku, satu tubuh yang luka bersama
Tak pergi demi keutuhan terjaga
Sebab akulah Muslim
Yang menyapu pandang cinta
Dari nafas perpaduan
Arab, Indonesia, Cina, Jepang
Eropa, Amerika, Australia
Kan teramat mesra, bila dibagi bersama
Bumi suci Palestina
Di pundak sang penjaga
Dengan doa yang melukis dunia

Padang, 2 Maret 2009

Advertisements

5 thoughts on “Sebab aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s