rapuh?

aku pesankan segelas susu di pagi ini, biar aku kuat di siang hari, sebab tak sempat sarapan pagi gara-gara habis subuh tidur lagi
aku sesalkan ketergesaan yang lancang, masuk lokal di pintu belakang, mengicuh pak dosen yang sudah beruban.
maaf teman selama ini menunggu di gerbng rumah sakit,b agiku yang kebiasaan
maaf coretan hitam di hatiku buat sebuah laskar, aku bangga tapi aku malu, mauku tak mau begini
maaf saudara beban itu jangan engkau tambh lagi dengan diam, sebab aku makin disiksa rapuhku makin menjadi-jadi
kuntumku hilang, layu tak bermakna, hingga air mngucur lewati rinduku yang beku,
aku ingin berbagi, tapi dengan yang ini, kukira aku harus mati dulu, agar mampu melihat di alam lain, ikhlasmu ada saat kita bergenggam

padang,23 April 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s