Lelaki yang berteman dengan malaikat maut

sabtu kemarin, pukul 12 malam, saya yang sedang asyik mengajarkan desain buletin dengan corel draw kepada teman-teman MCD FSLDK dan RMC FKI Rabbani mendapat berita dari kampung bahwasanya nenek saya sudah mendahului kami. terdiam, sehingga teman-teman memutuskan untuk berhenti dan tidur.
ah, maut, sedetik saja tidak bisa dimundurkan atau dimajukan.
maka pulanglah kami bertiga pagi besoknya. di bus barulah saya ceritakan kepada adik saya bahwa ayah juga akan pulang dari jakarta. rindu benar kiranya jiwa kami berdekatan dengan beliau. mendengarkan taujih dari beliau. bijak, jernih, bening, mulia, optimis, dan berilmu.
kalaulah bisa dikatakan, orang hidup yang paling saya idolakan adalah ayah saya. beliau belajar dari pengalaman, pengalaman mengajarkan beliau.
maka ketika jenasah sudah dikapani, orang-orang masih mengatakan tidak usah dulu ditutup bagian muka. mereka menunggu ayah, orang tertua kini di keluarga. mereka menunggu ayah untuk menyalatkan jenasah.
sedih, bangga berbaur jadi bahagia ketika mengetahui bahwasanya banyak orang-orang yang menghormati beliau. bagiku beliau adalah cahaya bgi kampung kami. ucapan beliau ada aliran air yang begitu sejuk bagi kami. meski tak banyak obrolan yang hadir bila sudah bercerita via telepon, tapi setiap kata beliau ada mutiara-mutiara yang berkilauan.
maka kepada kawan, saya ceritakan cerita beliau ketika jenasah telah siap di antar untuk dikuburkan.

Dahulu kala ada seorang laki-laki yang berteman dengan malaikat maut. mereka begitu dekat dan akrab. suatu hari pamitlah sang malaikat kepada sang lelaki sambil berkata, “sahabatku, saya akan pergi jauh dan belum tahu akan kembali kapan.”
sang lelaki berkata dengan sedihnya, “baiklah, tolonglah beri saya tanda bila engkau akan kembali dan datang ke sini!”
malaikat maut… lama meninggalkan sang lelaki. sang lelaki pun demikian. lama di tinggalkan sahabat dekatnya itu. mereka pernah sangat dekat dan entah dunia yang membuat sang lelaki melupakan malaikat maut temannya itu, tidak teringat dan tidak lagi merindukan hadirnya teman dekatnya.
hari-hari berlalu dan sang lelaki telah menjadi sibuk dengan kehidupan dunianya. tibalah hari di mana sahabat dekat sang lelaki tersebut datang. malaikat maut itu datang dengan tiba-tiba tanpa dirasakan tanda-tandanya oleh sang lelaki.
kaget! bgitu terkejutnya sang lelaki dengan kedatangan teman lamanya yang mendadak itu. di tengah kepanikannya dia berkata, “Wahai temanku, mengapa engkau tidak memberi tahu lebih dahulu bahwa engkau akan datang ke sini.”
dengan wajah marah sang teman menjawab, “sudah terlalu sering saya katakan bahwa saya akan datang. di mana ada orang yang meninggal saya katakan padamu bahwa saya akan datang. tapi engkau bagitu bebal. engkau tidak mendengar perkataanku.”
maka datanglah saat dimana sang lelaki menyambut kematiannya dengan kepanikan yang luar biasa.

itulah yang diceritakan ayah kepada segenap hadirin yang ikut berduka kala itu. cerita ini sangt berharga bagi saya. maka kepada kawan, saya bagi agar menjadi pelajaran dan peringatan bagi kita.

25 mei 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s