Di sini

di Sini. kita memulai hidup setelah diayomi di tempat tergelap namun ternyaman. di sini kita lahir, di sebuah desa layaknya taman. sejuk. dan kita memulai bernafas, udara sejuk di taman indah itu. jangan berharap dulunya ada game elektronik dan kesibukan facebook-an. no! dulu di sini aku hanya kenal permainan anak kampung. berlari di pematang dan berguling-guling sampai badan kita gatal-gatal dan kotor. kita kenal kaki-kaki telanjang di halaman. ya! kampung ini layaknya taman. telaga yang menyejukkan. rindang yang menaungi. jernih cinta dan kebersahajaan.

di sini, taman milik kita bersama. sungguh tak tergantikan, kawan. aku tak akan melarikan ketenangan. akan kukembalikan senyuman. bersama kita di sini, di taman ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s