langitpun meretak!

aku terjerembab, tak sanggup aku teruskan pemikiranku yang kian sesat tentangmu. apa aku salah, atau aku malah benar? aku tidak tahu, yang jelas aku seperti tertampar. jatuh dan jatuh lagi. ingin kucoba tegak. berdiri dan percaya pada satu kata yang kubaca ini. tapi akhirnya, aku dan engkau harus menyerah. sudahlah, tak perlu dibahas… kita manusia merdeka!!!! tak patut cemburu, tidk patut lemah, karena kita sudah merdeka dengan menatap langit yang meretak bersama-sama. bintang-bingtang luruh, dan gerimis mulai turun.
begitulah percayanya aku menghadiahkan senyum padamu. tidak seujung kuku pun aku kecewa, meski bila akhirnya aku kecewa, aku tetap menegak, menentang badai yang memusar. sungguhpun kita mencuri air mata, tapi kita bertemu dalam tawa dan canda, ingkarilah kenyataan yang tak beralasan ini! kita merdeka! kita berkuasa! Wallahi, jangan menumpah air mata lagi. saatnya kita mendaki dan menetap di puncak!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s