Pinangan kedua untuk sang gadis

Yulmaida

Sungguh aneh malam ini aku bertemu denganmu
Duhai gadis yang dahulunya dipikat dan dipinang dalam sebuah istana
Berdebar-debar rasa jiwa menanti saat itu,
Dimana engkau tak jua datang menyatakan restu untuk takdirku
Aku termenung, di kuburmu semilir angin mengekang anak rambutku
Ada yang hilang dalam langkahku, tercium semerbak yang kadang menghilang
Aduhai, aku rindu padamu gadisku, ruhmu telah berlari dalam dadaku

Setapak tak sadar aku bergumam, menitipkan salam seorang pangeran
Dari negeri yang bergelut siluman hitam
Terhantam juga ingin robohkan, sekat kami denganmu wahai gadisku
Begitu lama bertemu, bukan kami tak sayang padamu
Begitu lama mendekap lagi, bukan kami tak cinta padamu
Engkaulah yang kami rindukan sepeninggal tapak kaki terakhir
Kami luka teringat dua malaikat akan menggoreskan sakit pada jiwamu
Aduhai gadisku, hendak kami papah dalam sepimu
Namun kami masih menghuni negeri siluman

Saat bertelekan tapak tangan di atas segi empat ini
Aku masih rindu padamu
Sambil menyisipkan salam dari pangeran
Beliau ingin bertemu
Akupun

Aduhai gadis yang dahulu dipinang
Selembut tanganmu hadir lagi malam ini
Sedang detak jantungku masih punya senandung sunyi
Ingin menjengukmu di sana, menuju puncak yang penuh rahasia
Luhur jiwamu melimpah wahai abdi ilmu
Gadis berkerudung yang dipinang untuk kedua kalinya di istana berbeda

(untuk umi, gadis yang dahulunya dipinang. Semoga bahagia di istana yang baru)
Sangpejalan, 14 July 2010/12:36:06 AM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s