Merenung versus Bermenung

Perut lapar sekali, bukan sedang puasa tentu saja. akhir-akhir ini saya sering sekali bermenung malam-malam semalaman di depan komputer. jari mengetik tapi pikiran mengembara entah kemana (kemana? entahlah). mungkin perubahan ini terlihat oleh teman-teman di kost. tapi bukan aida namanya kalau tidak kembali cerita, tertawa (kadang ngakak, astaghfirullah), bercanda dengan seorang adik (yang sekarang sedang sakit gigi, moga cepat sembuh ya dek). aida tetap aida yang meledak-ledak, ekspresif, iseng.
hari-hari semakin tidak bermakna rasanya. bukan ingin mengingkari makna waktu dan keberkahannya (jadi ingat status my twin brother, iqbal, hmmm). ingin membaca buku tapi kepala jadi semakin sakit dan berat. mau menulis untuk di’komersil’kan, layar komputer jadi semakin kabur. mau browsing dan blogging, tidak fokus. akh… ada kebingungan yang tidak pernah bisa tertuliskan di kertas, atau dimana pun. ini tentang ketakutan berjalan ke depan. menatap masa depan yang seharusnya tidaklah perlu dicemaskan. keidealan itu saya sangat tahu. bahwa jikalau kita jalani dengan baik tanpa fokus pada tujuan, tapi berkonsentrasi pada proses, maka dengansendirinya secara otomatis tujuan itu tercapai juga. Ya Allah sebenrnya ada apa dengan diri ini? tidakkah cukup ilmuku untuk sekedar tahu saja kewajiban-kewajibanku saat ini? tidakkah cukup ilmuku untuk menyadari kebutuhan-kebutuhanku saat ini?
Allahu Rabbi, barangkali saya harus semakin banyak menulis di atas kertas. membuat peta hidup. menuliskan targetan-targetan dan prioritas. makin banyak membaca untuk menambah ilmu dan motivasi. barangkali pena itu harus saya genggam sekarang. karena saya tahu, cuma itu yang memungkinkan semua planning di kepala ini bisa setiap saat dilihat. apa saya harus kembali meneriakkan takbir sekencang-kencangnya? sekeras-kerasnya di dalam hati. agar dinding dada bergetar hebat sehingga hormon adrenalin bereaksi sebagai bentuk respon saking degup yang tak tertahankan mengingat betapa dahsyatnya manusia ini bila bergerak.
ah saya harus bisa teriakkan sekarang juga:
Allahu Akbar!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s