Come on, Child! Sing together with me! (bagian 1)

“Heiiii, bukaaaa! Cepatlah. Hei cepatlah!buka pintunya….!” suara nyaring si bocah rupawan itu memekakkan telinga.
Ugh! Dengan sedikit kesal akhirnya kubuka juga pintu itu, Maka menerobos masuk tanpa mengucapkan salam. Mondar-mandir. Modar mandir berulang kali sambil mata jelajatan mencari-cari. Meski kesal, mau tak mau aku tersenyum juga, melihatnya. ngangenin sekaligus ngeselin. tapi di balik itu semua ingin kukisah sepotong cerita tentang si anak jenius ini, kawan.
Tidak lekang di ingatanku pertama kali si jenius itu muncul di pintu kost, masuk dan mondar mandir (hem ini ritualnya setiap masuk kamar). Awalnya agak kaget, tapi dengan sikap lembut khas seorang kakak (hehe) melontarkan pertanyaan sederhana. Dia menatap, tapi tak menjawb, lalu sibuk lagi dengan aktivitasnya. kadang malah mengulang-ulang pertanyaan yang didengarnya. Maka tersadarlah diri, sedang berhadapan dengan anak autis. menunggu keajaiban berikutnya, karena anak autis biasanya punya keajaiban.
Yang ku tahu, satu jam berselang, mamanya memanggil2 mencarinya. begitulah kawan, si jenius itu ‘lari’ ke tempat yang kemarin baru dikunjungi bersama mamanya, karena kemarin ada kemalangan di sini. sedikit bercerita sang mama,” Anak Uni ko autis mah, diak. Sering menghilang ke tempat yang sebelumnya pernah dikunjungi.”
Rumahnya, tepat di samping kost, tapi kalau pintu masuknya 3 rumah dari pintu masuk kost (bingung kan?). Dan Aldion, si jenius itu, mendapat top score untuk pengunjung kamar ini. aku ingin mndeskripsikan sosok yang kemudian mengisi hari liburku, dan mengajariku (baca:melatih) kesabaran tiada batas membimbing seorang anak.
umurnya sekitar 8 tahun. wajahnya tampan, dengan mata bulat. pipinya sedikit tembem serta kulit yang begitu halus. terawat, bersih, dan memperjelas keapikan seorang mama. rambutnya lurus, ringan, dan halus. secara morfologis, sekilas tidak kelihatan kalau Dion berbeda dari anak-anak lain seusianya. namun jika berinteraksi dengannya, barulah ketahuan dan bila lebih dalam lagi interaksi itu, engkau akan temukan kelebihn yng mengagumkan dari seorang Aldion, kawan. tentang kelebihan itu di lain waktu kuceritakan. dan itu berkaitan erat dengan judul postingan ini, Come on, Child! Sing together with me! dan engkau tentu sudah bisa menebak teman, kelebihan apa yang dimilikinya.

(bersambung)

Advertisements

5 thoughts on “Come on, Child! Sing together with me! (bagian 1)

    1. anyta

      afwan baru sempat balas lagi πŸ˜€

      insyaAllah jika berkesempatan ingin sekali silaturahim ke Padang, do’akan saja kakak suatu saat bisa ke sana

      “kakak suka anak2 yach?” hmmm alhamdulillah kakak mudah akrab ma anak-anak bahkan teman kakak di kampung pun anak-anak tpa, he he he, tambah di sekolah ceria di barak pengungsian juga temen kakak ya anak-anak, dari mereka kita belajar banyak hal

      okay, kakak tunggu kelanjutannya

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s