Jeda menjulang kesabaran

jeda sejenak…jeda beberapa jenak..
ah rasa terlalu banyak jeda

jeda…
tetap telusuri jalan lengang,
kabut
dingin
sunyi
dan…
hijau

dedaunan basah,
daun menguning berguguran
kelana tetap resah
sembari jauh menerawang puncak pepohonan
menggumam rapat dalam hela panjang

ada yang singgah di pikiranku hari ini
berkumpulnya beberapa jiwa, dalam satu gubuk
lalu terangkailah cerita dalam denyut nadi
kita pernah berada di sana
di satu gubuk, paling indah dari gubuk yang lain

maka berceritalah memori kepada hati
sabarlah hati… mestinya kita perkenankan,
hujan basahi diri

(menunggu ayah datang)

padang, 5 Desember 2010
[kepada orang-orang yang kucintai:ayah, umi, uni, one, angah, dan adik2ku (aini, ana, iqbal, ihsan, dan irat)]

Advertisements

4 thoughts on “Jeda menjulang kesabaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s