Produk masa lalu

aku memunggung membekap lutut, mengajak kesunyian berdialog. ah, terlalu keras tamparan ini kurasakan. bibirku memang tidak luka, sudutnya memang tidak pecah. tapi hatiku terlalu kalah untuk tegar. ada remuk yang tak bisa kujelaskan bagaimana bentuknya. akuterdiam, dan mengalirlah wujud kelemahan seorang perempuan. aku terisak luka. aku terisak tidak mengerti. mengapakah aku menjalani hidup seperti kuburan? padahal aku sangat ingin membukukan sejarah hidupku, lalu kuwariskan ke anak cucu.
sejarah mana yang akan kuwariskan? sejarah mana yang akan kuceritakan, jika hari ini aku masih berkelimun gelisah tentang sejarah dan masa depan.
maka seseorang berkata padaku dengan bgitu arif “bicarakan tentang masa kini dan masa depan, tapi jangan lupakan masa lalu. karena kita yang sekarang dan yang akan datang adalah produk dari kompleksitas masa lalu.”
fahamlah aku sekarang. maka dalam jiwa yang masih sangat gigil. aku menolak masa lalu mempengaruhi jiwa kekinian dan masa depanku. biarlah masalalu tetap menyejarah sebagai bukti bahwa aku pernah menjalani. biarlah masalah lalu sebagai pelecut. dan akhirnya, Ya Allah, aku tidak ingin pengecut…

Padang, 18 Desember 2010

Advertisements

One thought on “Produk masa lalu

  1. L maulida alfina

    Ya Alloh aku tak ingin jadi pengecut, biar kabut tangan-tangan hitam sejarah menyeret dan menggerogotiku. Aku hidup untuk masa kini,tak kubiarkan kemarin atau nanti,memborgol kakiku.hingga aku bisa berdiri..Yah,berdiri.walau mungkin tidak dengan kakiku sendiri…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s