Permen dibungkus Vs Permen yang tidak dibungkus

Saya dapat kiriman tulisan lagi nih dari sepupu saya. Jadi terus memposting tulisan. 🙂 Berikut ‘ceritanya’:

Katakan… “Aku bukan orang yang menolak Jilbab.”

Sebuah kekeliruan jika seorang wanita mengenakan pakaian terbuka. Seperti tidak menutupi rambut ketika keluar dari rumahnya, atau sekedar mengenakan baju u can see ditambah celana setengah paha dengan itu “ma’af” pede naik matic sehingga setiap orang dapat melihatnya.
Seorang wanita hendaknya berbahagia dan mensyukuri keindahan tubuh yang telah Allah ta’ala karuniai kepadanya. Salah satu bentuk mensyukuri karunia tersebut itu adalah dengan mengenakan hijab (pakaian panjang yang menutupi tubuh).
Sebuah kisah berikut akan mengetuk hati kalian wahai para pembaca kami yang tercinta……
Di salah satu sekolah di Saudi Arabia seorang ustadzah bidang studi agama memberikan pelajaran praktik kepada para pelajar putri, tetapi ia belum mendapatkan metode yang pas. Kemudian ia berpikir untuk memberikan pelajaran praktis bagi pelajar putri tentang hijab (pakaian syar’i bagi wanita) dan kegunaannya.
Ketika masuk jam pelajaran untuknya, sang ustadzah membagi-bagikan sejumlah permen kepada para sisiwi. Permen yang ia bagikan ada dua jenis. Sebagian masih tetap terbungkus dan sebagian permen lainnya bungkusnya sudah dibuang. Setelah permen ini dibagikan kepada para siswi, diketahui bahwa semua siswi mengambil permen yang masih terbungkus dari pabrik. Pengajar itu bertanya kepada para siswi, ”Mengapa kalian tidak mengambil permen yang tidak terbungkus?”
Maka murid-murid itu menjawab dengan penuh keyakinan bahwa permen yang tidak ada bungkusnya mungkin terkena kuman atau kotoran yang bisa membahayakan mereka.
Lalu ustadzah itu berkata, “Permen ini adalah seperti kalian, sedangkan bungkus ini adalah ibarat hijab. Tatkala ada laki-laki yang ingin menikah, maka ia akan mencari wanita shalihah yang dapat mendatangkan manfaat, seperti permen yang terbungkus ini…

Wahai saudari-saudariku semua, kalian semua adalah mahal. Jangan sampai kalian tertipu dengan musuh-musuh Islam yang mengganti kehormatan kalian dengan harga yang sangat murah.
Robbii….
Berilah hidayah kepada ibu-ibu kami, istri-istri kami, anak-anak kami, dan saudari-saudari kami agar mereka mengimani wajibnya berhijab, mengamalkannya dan memuliakannya dan tidak termasuk orang-orang yang melalaikannya dan menghinakannya.
Semoga tulisan ini menjadi amalan mulia disisi Rob semesta alam dan menjadi bentuk kepedulian kami terhadap saudari-saudari kami.

Saya jadi teringat dengan beberapa kisah tentang para orang tua yang melarang anak-anak gadis mereka untuk menutup aurat. Seolah ketika mengenakan penutup aurat, kesempatan untuk mendapatkan jodoh yang baik [menurut mereka] bisa hilang. Kecantikan mereka menjadi tersembunyi dan tidak diminati orang.
Alangkah meruginya para orangtua saya pikir. Titipan dan karunia Allah sebagai aset berharga dan investasi besar baginya untuk mendapatkan surga. Menjadikan anak gadis sebagai manusia-manusia yang sholehah yang bersinar ibarat mentari dan berkilau seperti mutiara, disenangi orang karena akhlak yang mulia, dan dikagumi orang karena aurat yang tertutup rapat [bukan ketat] dan rapi. Atau barangkali para orang tua tetap membiarkan anak gadisnya menjadi permen-permen yang tidak dibungkus dan tentu saja harga jualnya lebih atau bahkan sangat murah.
Masih banyakkah para orang tua yang berfikiran kolot tentang jilbab? Masih banyakkah para orang tua yang memaksa anaknya melepaskan jilbab?

Sekarang kita sendiri, sebagai anak gadis barangkali. Atau sebagai ibu muda barangkali. Bahkan mungkin sudah memiliki anak gadis juga. Jangan biarkan diri kita, ibu kita, dan anak gadis kita menjadi permen tanpa bungkus. Come on all, you are so expensive

Dikirimkan pada 17 Januari 2011
Diposting pada 18 Januari 2011
dengan pengeditan dan penambahan seperlunya

Advertisements

2 thoughts on “Permen dibungkus Vs Permen yang tidak dibungkus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s