17 tahun kemudian

Sekarang aku ingat padamu
Lewat sebuah cerita 10 tahun silam
Kala padi masih bisa jadi nasi
Dan capung hinggap di ujung-ujung daunnya
Dengan sedikit nakal kita getahi ujung kayu
Kita jebak si capung dengan penjara kanak-kanak kita

Apa yang lebih berharga dari sebuah sapaan
Dari lembut suara manismu
Dan rasa umami pertemanan selanjutnya
Kita bertengkar, lalu berteman
Kita berkelahi, lalu bersahabat lagi
Lewat sebuah cerita 10 tahun silam
Kita rajut cita-cita hingga ke langit kita pekikkan

Berseteru kita dalam bersaing
Merebut peringkat pertama di semua mata pelajaran
Kita reguk nikmatnya bertanya, bertanya, dan bertanya.
Mencari dan terus mencari
Hingga hari lelahkan pikiran kita
Tapi esok kita sambung perkelahian jiwa
Setelah berlalu 10 tahun, aku tak mengenalmu lagi

[Untuk seorang sahabat]

Padang, 20 Januari 2011

Advertisements

One thought on “17 tahun kemudian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s