Janji setia

Aku tidak menyangka mengapa bisa setega ini kepadamu. Dalam doa yang pelan-pelan kita lantunkan setiap hari, kita telah bersumpah untuk kuat menerima sepedih apapun takdir itu. karena itulah diri menjadi kuat, ucap kita dengan sangat yakin.
Aduhai, susahnya merawat keyakinan. Dalam sedetik kita putuskan untuk mengganti janji setia kepada jiwa, dengan janji setia kepada Allah saja. Nurani kita lebih dari segala apa yang kita usahakan. Setidaknya kita telah berusaha memperturutkan janji setia kepada Allah itu, meski pedih itu ada dan berhasil menggerogoti raga. Aku tidak takutkan mati dalam pertahanan ini, tapi kutakutkan jadi sebab kematian engkau.
Setelah kupikir-pikir betapa manjanya aku mengenalmu untukku saja. Aku tidak mengenalmu untukmu. Jika itu kebodohanku, biarkan aku berbalik dengan keyakinan atas kemampuanmu meniadakanku dalam hidupmu. Dan yakinlah, aku sudah [berusaha] meniadakanmu dalam hidupku.

9 Maret 2011
[kepada manusia2 yang pernah berjanji setia]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s