serius atau bercandakah?

saya tidak tahu apa maksud ucapannya dahulu sewaktu saya menawarkan sesuatu hal penting padanya. yang saya tersentak kaget adalah ketika dia mengulangi ucapannya itu dengan redaksi berbeda namun bermaksud sama. sewaktu itu saya sangat marah karena mengiranya bercanda tentang sesuatu yang penting dan tidak main-main.
saya pun dibuatnya pusing, bingung, dan agak takut. mengapa permintaan ini datang ketika saya sedang mengizinkan diri saya untuk menata diri lagi. menghilangkan jejak-jejak hitam yang masih berbekas. saya belum siap. belum siap melangkah ke dalam gerbang yang belum berani saya fikirkan lebih lanjut. karena saya belum selesaikan amanah lain yang sangat penting saat ini. mengapakah direnggutnya perasaan merdeka ini? mengapakah ternyata belum ada yang paham maksudku menghindari semua ini. tidak hanya engkau, pengganggu! tapi juga mereka! sudah saya katakan berkali-kali. tapi tak juga engkau pahami. masih juga engkau bercanda dalam serius, dan serius dengan cara bercanda..

saya ingin menghilang!

[tulisan ini sengaja tidak diedit. tidak ada cathar yang diedit kecuali untuk dibukukan. jadi mohon maaf jika tidak ada satu pun huruf kapital di sini]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s