Telepon

Hamid Jabbar
yang dia itu siap deringkan sekeranjang kring panjang
kriing!
siaplah.
barangkali itulah kring penghabisan yang akan menghabiskan telingamu jadi kaku dan tak ku-asa lagi menangkap sealit pun suara jarum jatuh yang menancap di daun telingamu…

kriing!
jangan terburu.
barangkali itulah kabar kedatangan dia yang ka-mu tunggu, atau bisa jadi ucapan maaf dari mu-suh di balik kelambu atau lagi-lagi salah sam-bung seperti kemaren dulu…

kriing!

halo, di sini saya, di situ siapa?

nah, tebaklah….

halo! di sini saya, di situ siapa?

nah inilah mautmu…

apa? kurang jelas!

dengarkan: m tambah a tambah u tambah t

maut,milikmu, tolol…

ohh?

nah, jangan gugup

ba…, baiklah, selamat siang

selamat petang!

dan…, dan apa kabar?

dan tunggu aku di situ

dan jangan lupa siapkan sepatumu

dan sebentar lagi aku siap di sisimu

dan kemudian aku siap di itumu

dan akhirnya aku kirim kamu ke sesuatu!

nah, jelas bukan?

ya.. ya.., sebentar ya…

ya, tak usah repot-repot

sebentar, sebentar saja…

yak! sebentar lagi!

klaak!

yang diam itu telah bicara padamu:

Padang, 1974

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s