Yang tak tersampaikan

Apa yang kupikirkan malam ini, boleh jadi dipikirkan oleh banyak orang di dunia ini. orang-orang yang belum terlelap tentunya. Dan orang-orang yang di buminya masih benderang oleh cahaya matahari. Yang ada dan yang tiada, telah jadi kenyataan dan khayalan. yang tumbuh dan yang belum disemai. Yang optimis dan pesimis. Yang mencintai dan membenci. Semuanya bukanlah hal yang perlu diprotes karena itulah keniscayaan hidup.
Alangkah sedihnya laku hatiku saat ini saat mencoba menghayal. Oh andaikan saja malam adalah milikku, dan aku puaskan perasaanku tumpah ruah di sini. Seiring kenangan-kenangan yang melintasi kerancuan hati, aku mencoba mengguratkan keinginan dengan cara yang paling baik dan paling tersembunyi.
Beberapa orang, coba bolehkan aku merantau. beberapa orang, bolehkan aku meninggalkan hidup yang kupaksa jalani sampai batas akhir aku keluar dengan resmi. beberapa orang, pahami kehendak hati yang tidak pernah tersampaikan ini. Hanya kepada beberapa orang mungkin tidak kalian kenal, aku ceritakan mimpi-mimpiku yang jujur.
Lalu aku terpekur dalam kengerian yang dalam tengah malam ini. Saat menyadari betapa tersembunyinya maksudku ini. Lalu bagaimana aku bisa diizinkan. Atau setidaknya, bagaimana aku bisa meminta izin?
Aku ingin jadi diri sendiri. Tapi ketaatan memaksaku. Masihkah ini disebut Taat? di kala aku hanyalah debu yang ditiup angin lalu. berhembus ke arah mana angin menuju. Akulah debu yang tidak memiliki bobot. entah sampai kapan bisa kusampaikan.. sampai debu hilang dari pandanganmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s