Ini tulisan yang sudah lama saya copi dari note facebook seorang sahabat.

Pemimpin pulang

Empat cara pulang bagi pemimpin dari perjuangan.

  • Dia pulang dengan kepala tegak,membawa hasil perjuangan.
  • Dia pulang dengan kepala tegak,tapi tangan di belenggu musuh untuk calon penghuni terungku, atau lebih dari  itu, riwayatnya akan menjadi pupuk penyubur tanah perjuangan bagi para mujahidin seterusnya.
  • Dia pulang. Tapi yang pulang hanya namanya. Jasadnya sudah tinggal di medan jihad. Sebenarnya, di samping  namanya, juga turut pulang ruhnya yang hidup dan menghidupkan ruh umat sampai tahun berganti musim, serta mengilhami para pemimpin yang akan tinggal di belakangnya.
  • Dia pulang dengan tangan ke atas, kepalanya terkulai,hatinya menyerah kecut kepada musuh yang memusuhi allah dan rasul. Yang pulang itu jasadnya, yang satu kali juga akan hancur. Nyawanya mematikan ruh umat buat zaman yang panjang entah pabila umat itu akan bangkit kembali, mungkin akan diatur oleh Ilahi dengan umat yang lain,yang lebih baik, nanti ia “pemimpin” dengan tanda kutip.

Adakalanya ada nakhoda berpirau melawan arus.

Tapi berpantang ia bertukar haluan, berbalik arah.

Ia belum pulang.

Mohammad natsir

Medan djihad, 24 agustus 1961 m/maulid 1381 h.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s