biarkan kutembus gelap karena akulah cahaya

Sesekali aku merindukannya. Kadang aku merasa begitu dekat dengannya. Meskipun dia cukup jauh, dan aku tidak pernah bertemu dengannya. Mungkin bisa dibilang aku belum sepenuhnya mengenalnya. Jarak membuatku tidak punya satu alasanpun untuk bertemu dengannya. Toh dia tetap saja seakan memanggil-manggil dalam diamnya. Diam, dan hati terus gelisah menunggu.
Sesekali aku melupakannya. Jaraklah yang membuat aku bisa melupakannya. Meskipun dengan sengaja, aku lebih sering mengenyahkan semua identitas yang berhubungan dengannya. mestinya benar2 kubuang, tapi selalu saja kucari lagi. bahkanketempat2 yang tidak mungkin kujumpai. Aku ingin melupakannya… untuk menunggu sebuah kejutan barangkali.
sebetulnya aku merindukannya seringkali. bukan sesekali. tapi aku tahu perjalananku bukanlah untuknya, dan tidak pula bersamanya. Langkah demi langkah yang bermasalah, mungkin membutuhkan bantuannya. tapi tidak pernah sekalipun dia datang mengunjungi, bahkan untuk sekedar bertanya kabar. Aku pikir aku terlalu tendensius. masih banyak sudut yang tersembunyi menunggu cahaya kepedulian. Cita-cita, harapan, senyuman, dan kenyataan. telah berusaha kuhapus ketakutan, dan aku bisa berjalan bahkan berlari dalam kegelapan. karena aku tahu, aku dan mereka ingin aku jadi cahaya. biarkan kutembus gelap karena akulah cahaya.

Advertisements

2 thoughts on “biarkan kutembus gelap karena akulah cahaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s