Bulan sabit perpisahan

Satu ramadhan kala itu
takzim kudoakan diri sendiri,
semoga Ramadhan , menjadilah bunga

satu ramadhan kala itu,
langkah tegap menuju kenikmatan shalat
sungguhpun berjalan ke luar rumahNya
hati bukan tempat terkekal

selalu di satu ramadhan
menggelegak rindu ingin bertemu
tapi jiwa riuh rendah dalam kefanaan
aduhai, kehilangan malah di tengah jalan

satu ramadhan
di langit sabit memerah di tepi
berlari kuraih pengabadi keindahan
sayang, kabut memakan penglihatanku

begitu cepat
secepat ramadhan meninggalkan di sabit berikutnya

#segores kenangan satu ramadhan

7 September 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s