Guru kehidupan itu…

Tadi aku bertemu (lagi) denganmu. Beserta senda guraumu yang membuat diriku semakin terlihat memprihatinkan. Tapi, rasa yang satu sudah sukses berganti dengan rasa yang lain. Engkau tunjukkan padaku cara belajar untuk kuat dan mempengaruhi diri sendiri, bukan dipengaruhi orang lain. Yah, meskipun keburukan yang lama membekas itu selalu mempengaruhiku dalam mengingat pelajaran ini.
Dan meski, secara tidak sadar tersebab kegembiraan yang meledak-ledak ini, aku melupakan sesuatu yang ganjil darimu. Maafkan aku sebagai orang yang telah menerima banyak kemanfaatan darimu. Dan akhirnya, terimakasih guru kehidupanku, sungguh engkau telah menjadi cahaya bagiku.

#sangpejalan, 22 Oktober 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s