Lingkaran itu…

Adakah telaga itu tetap berair jernih?
atau Taman kita, masihkah pohonnya berdaun rimbun, tempat bernaung para musafir?

dan telaga kita, tetap jernih airnya
masih rimbun pohonnya,janji sang guru

Oh ya, teman. Ingatkah kala kita duduk melingkar. Di setiap kesempatan selalu ditekankan pentingnya melayari lautan ilmu tanpa memilih tempat, meski bukan ‘perahumu’

Teman, kita telah sering berpindah perahu, tapi perahu kali ini sangatlah berbeda dari sebelumnya. Pantas saja kita begitu sedih. Pantas saja terasa enggan untuk berpindah.

Sebuah cita rasa yang khas terlalu menggoda untuk ditinggalkan. Hmm, aku juga tidak ingin kehilangan selera, sebab aku tahu hidangan esok lebih lezat asal kita yakin. Inilah karunia. Setiap kita punya banyak guru. Bukankah para Salifushshalih juga begitu. Melakukan safar yang begitu lama dan jauh demi ilmu. Dan teman, hari ini hanya berpindah perahu. Kita masih akan menyapa sang guru, dalam pelayaran kita yang berikutnya.

Lingkaran itu, tetap saja membuat rindu. Sebagaimana jiwa2 yang akan berpisah, sinyal-sinyal sudah dikirim, dan aroma kerinduan sudah tercium. Kita menunggu akhir yang baik.

Ya Allah berkahilah lingkaran itu…

Padang, 22 November 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s