Yaa ‘Abidal Haramain

seorang saudara suka sekali dengan sebuah nasyid Arab berjudul Yaa ‘Abidal Haramain (Ahli ibadah dua tanah haram). Nah ternyata nasyid ini liriknya diambil dari sebuah syair seorang ulama besar di zamannya, gurunya Fudhail bin Iyadh yaitu Abdullah ibnul Mubarak. Saya taunya dari seorang ustadz yang waktu itu sedang memberikan ceramah tentang perjuangan Muslim Palestina.

يا عابد الحرمين

يا عابد الحرمين لو أبصرتنا
لعلمت أنك في العبادة تلعب
من كان يخضب جيده بدموعه
فنحرونا بدماءنا تتخضب

أو كان يتعب خيله في باطل
فخيولنا يوم الكريهة تتعب
ريح العبير لكم و نحن عبيرنا
و هج السنابك و الغبار الأطيب

و لقد أتانا من مقال نبينا
قول صحيح صادق لا يكذب
لا يستوي غبار خيل الله في
أنف امرئ ودخان نار تلهب
هذا كتاب الله ينطق بيننا
ليس الشهيد بميت لا يكذب

terjemahannya kira-kira begini:

Wahai manusia yang beribadah di Haramain
andaikan engkau melihat kami
Tentu akan mengerti bahwa engkau bermain-main dalam ibadah
Barangsiapa lehernya bersimpah air mata
Maka, pangkal leher kami berlimpah darah tertumpah

Atau kudanya bersusah payah dalam kebatilan
Maka, kuda-kuda kami berletih lesu pada hari tiada kesenangan
Kalian menghirup aroma wewangian ,
sedangkan wewangian kami adalah kilatan kuku kuda dan debu yang paling semerbak
Dan telah datang kepada kita sabda Nabi kita
Sabda yang benar, jujur, tidak bias didustakan
Tiada bersemayam debu kuda Allah pada hidung seseorang
Bersama asap api nereka yang menyala-nyala
Inilah Kitab Allah berwacana kepada kita
Tak bisa didustakan; Tidaklah para syuhada’ itu mati

syair ini didiktekan oleh ibnul Mubarak kepada murid beliau, Muhammad bin Ibrahim untuk dikirimkan kepada Fudhaill bin Iyadh di Makkah. Fudhail bin Iyadh adalah ulama yang dijuluki ‘abidal haramain karena begitu rajinnya beribadah dan mengisi sepanjang malamnya dengan shalat.

Ketika surat yang berisi syair itu diterima Fudhail yang sedang berada di Masjidil Haram, ia pun membacanya dengan begitu serius. Fudhail tak kuasa menahan linangan air matanya. Ia pun berujar, “Abu Abdirrahman memang benar. Ia telah menasihatiku….”

Fudhail berkata, “Tulislah hadits berikut ini, sebagai balasan terhadap jerih payahmu yang telah membawa tulisan Abu Abdirrahman kepada kami.”

Dan, Fudhail pun mendiktekan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, dia berkata, “Seseorang bertanya kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku suatu ibadah yang pahalanya bisa menyamai pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah.”

Rasulullah saw. menjawab, “Mampukah kamu menunaikan shalat kemudian tidak berbohong, mampukah kamu berpuasa dan tidak membatalkannya?” Orang itu menjawab, “Wahai Rasulullah, aku tak sanggup untuk menjalankan itu semua.”

Kemudian, Nabi saw. bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di dalam kekuasaan-Nya, seandainya kamu mampu menjalani hal di atas, sungguh kamu tidak akan bisa menyamai keutamaan orang-orang yang berjihad di jalan Allah, karena ketahuilah bahwa kuda yang dipakai untuk berjihad saja, maka akan ditulis dengan kebaikan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

tentang ‘Abid dua tanah Haram yang hatinya begitu mudah tersentuh dengan lantunan Al Qur’an itu, akan ditulis dalam postingan berikutnya, Insya Allah.

:: Mari Belajar 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Yaa ‘Abidal Haramain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s