Menyapa dengan syair

Tak ada yang peduli pertemuan kita, segalanya larut dalam cerita maya yang berpendar jadi cahaya-cahaya di siang-siang yang kita sambangi

Tak ada yang melirik keriangan kita, dari pagi-pagi embun dingin luruh dari ujung dedaun

Tak sampai bersatu persentuhan jemari persahabatan kita, menjelma gelak tawa senda gurau yang menghuni seruang kisah tanpa tanda

Tak ada yang peduli, melirik, dan bersentuhan

Malam-malam bisu yang meninggalkan senja, sampai kemana tuju kita?

# Mengenang penyair dari tanah pilih

Padang, 13 Juni 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s