Jeda [lagi]

Beliau tidak pernah lagi menyapa, hanya diam dan barangkali marah. Ada semacam perasaan tidak enak yang menghantui diri ini sejak beberapa minggu yang lalu. Ah, barangkali benar prasangka buruk hanya racun yang membunuh kebaikan yang ditanam bertahun-tahun.
Tak ada keberanian lagi untuk meminta maaf, kalimat ini sudah sering diobral tanpa tempat dan waktu yang pantas. Diam ini bukan berarti tak lagi memerlukan pertolonganmu, Sir. Diam ini berarti belajar memahami sebuah kepantasan. Diam ini berarti mencoba tegar. Diam bahkan getaran rindu semakin terasa hingga tulisan ini bisa engkau baca. Sebab jika tak diam, diri ini tak bisa lagi menuliskan kata.

salam ananda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s