Rendezvous 2

Tuan, sebuah keinginan sudah berhasil kita wujudkan. Sungguh begitu sederhana saja kejadiaannya, seolah kita tidak merencanakan sebelumnya. Namun di siang, mendung bergayut di langit kotamu dan kendaraan padat merayap. Kita melewati beberapa tempat bersejarah dan engkau bercerita sedikit tentang gedung itu, tentang lapangan itu, dan simpang yang kita lalui.
Begitu sederhana, dan ketika kembali ke kotaku, aku takjub, begitu sederhana saja peristiwa yang dulu kelihatan begitu rumit. Sungguh roda zaman yang berputar, menyadarkan kita bahwasanya hidup perlu dijalani dengan kebersyukuran masa lalu. Tapi bagaimanapun jua, ayahku bilang kegetiran masa lalu jangan dikenang lagi. Lalu aku berfikir untuk jadi orang yang berbakti bagi orang tuaku, bagimu, bagi masyarakat. Sedikit mengingatkanku tentang permintaanmu agar menggambarkan tentang engkau dan kotamu dalam sebentuk syair. Nyaris aku tersenyum, itu seperti sebuah permintaanmu agar aku menulis lagi. sekarang aku mengerti, BERBAKTI dengan tulisan adalah pilihanku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s