Hujan di ranahmu

Menginjakkan kaki lagi di ranahmu nan dingin. Rintik hujan seperti dulu waktu aku bertemu denganmu. Tapi kita tak sempat bertemu dan bercakap-cakap. Hanya sekarang aku jadi sering termangu. Mungkin kita akan seperti panas dan mendung. Engkau panas dan aku mendung. Tatkala aku meninggalkan kotamu, sepanjang jalan monologku semakin menjadi-jadi. Sebagai ganti pertemuan yang harapannya tidak akan usai.

Salam Ananda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s