Bahagia masa kecil

Masa kecil kami sederhana saja. Bahkan ssampai sekarang. Namun yang membedakannya adalah kenangannya. Masa kecil kami rasanya sangat menyejarah. Dewasa yang penuh gelisah.

Dikabarkan pada kami bahwa seorang paman mungkin akan datang ke kota kita yang sekarang.  Bukan kota kita yang dulu. Karena yang dulu penuh kesedihan maka mari kita lupakan saja. Sang paman kabarnya ingin menyaksikan sebuah seremoni penting bagi seorang saudara. Berdoalah sang paman hadir ditengah kita.

Kami dulu sangat dengan beliau. Bahkan pernah main congklak di bawah pohon kulit manis lalu aku protes karena beliau panggalia (curang). Tapi justru aku yang dicubit sampai menangis. Haha. Aku geli setiap ingat kejadian itu. Aku masih ingat permintaan kami yang cerewet untuk mamuteh lagi di banda dekat sawah di bawah pohon baru yang batangnya menjulang ke sawah2. Meski permintaan itu tidak pernah dikabulkan. Oh ya, bagaimana dengan petualangan kita menyusuri rimba di baruah sana demi ikut memasak dan makan2 sambil menjuntaikan kaki di atxas pondok tinggi. Bagaimana dengan kisah malam2 waktu kita diantar pulang dari mesjid karena ayahanda masih sibuk dengan urusan mesjid.  Lalu kita Sama-sama takut untuk berjalan di depan atau di belakang.  Di belakang takut diikuti hantu di depan takut dihadang hantu. Hihi.

Di kamar garin mesjid kita mengenal cerita Lupus untuk pertama kali. Cerita bergenre remaja yang sangat terkenal ketika itu. Kita juga suka minta dibelikan permen NanoNano. Ngajak beli sebungkus bakso untuk dimakan bersama. Kalau sekarang kami rindu dibelikan dendeng batokok lado hijau yang jadi favorit di rumah makan Kayu Aro. Atau gulai gajebo yang bikin makan batambuah.  🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s