Dan seperti yang kubilang dulu, selalu perjalanan-perjalanan itu mengingatkanku padamu

tentang janji-janji menikmati aroma rumput di pematang-pematang sawah

dan puncak-puncak bebukit berselimut halimun

kicauan beburung di angkasa luas tak terjamah

sejauh mata memandang, keindahan saja yang terlukis

tentang pepohonan berbatang tinggi yang dari celahnya kita masih bisa menikmati langit biru

yang dihiasi mega bak cabikan-cabikan kapas

kita pandangi dari kereta yang berjalan

derit-derit indah, kiri kanannya hamparan permadani hijau

Mungkin ini kali terakhir kunikmati syair dingin sore itu.
Aku akan pulang ke ‘rantau’
Hampir mendekatimu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s